2- Ikhwan : jika antum katakan bahwa syari’at rasulullah menghapus syari’at nabi sebelumnya ya itu benar. tapi apakah ana ada mengatakan bahwa syari’at nabi sebelumnya tidak terhapus dengan diutusnya rasulullah?ataukah antum hendak mengatakan bahwa tauhid yang dibawa para nabi sebelumnya berbeda dengan tauhid yang dibawa oleh rasulullah?yang ingin ana maksudkan adalah bahwa dakwah yang pertama kali disampaikan oleh para nabi itu ialah mengajak manusia kepada tauhid yang haq bukan kepada penegakan daulah. tidak seperti HT yang hanya membahas sedikit sekali masalah aqidah dalam kitab-kitabnya. antum bisa lihat sendiri bandingkan berapa banyak persentase masalah aqidah yang dasar diajarkan dengan permasalahan siyasah?
Tanggapan :
2- Al-Mujadid : Akhi Ikhwan, sebagaimana yang ana sampaikan sebelumnya bahwa para nabi mempunyai dua misi besar, pertama : untuk menyeru manusia menyembah Allah dan meninggalkan sekutu selain-Nya dan kedua : mengajak mereka untuk senatiasa terikat dengan syariat-Nya yang dibawa Rasul2 Allah, dimana seluruh Ulama salaf maupun kholaf telah sepakat mereka mempunyai syari’at yang berbeda antara satu dan yg lain, perhatikan firman Allah SWT :
Lalu juga perhatikan firman Allah yang menyatakan bahwa hanya Din (syaria’t) yang dibawa oleh Nabi SAW sebagai satu2nya syari’at yang diterima disisi Allah SWT (Surat Al-Maidah -3 ; ).
Yang artinya: “ Pada hari ini telah kusempurnakan Islam sebagai agama bagi kalian, dan telah Ku- sempurnakan nikmat-Ku untuk kalian, dan Ku-ridloi Islam sebagai agama bagi kalian (Surat Al-Maidah- ayat 3) ”.
Kemudian Ibn Abbas ra. menjelaskan maksud ayat ini sbb. Yaitu :
Yang artinya : “ Pada hari ini telah kusempurnakan bagi kalian yaitu Al-Islam dimana Allah SWT telah mengabarkan kepada Nabi-Nya SAW dan orang-orang beriman bahwa Ia telah menyempurnakan bagi mereka yaitu Al-Iman, tidaklah mereka membutuhkan tambahan selamanya dan sungguh Allah telah menyempurnakan dan meridloi Islam selamanya dan tidak akan murka kepadanya selama-lamanya “ (Tafsir Ibn Katsier\ jilid 2\ hal 13-15) .
Dan perhatikan juga peringatan dari Allah SWT berikut :
Yang artinya : ” Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi ” (Surat Ali Imron -ayat 85). Kemudian Ibn Abbas ra. menjelaskan ayat ini bahwa :
“Ayat ini telah mengabarkan bahwa Ia (Allah SWT) tidak akan menerima salah satu jalan\syari’at (selain syariat Islam) dan tidak juga perbuatan kecuali perbuatan yang sesuai dengan syari’at Muhammad SAW setelah ia diutus sebagai Rasul. Adapun yang sebelum itu, setiap yang mengikuti Rasul pada masanya maka ia berada pada jalan petunjuk dan kemuliaan (Tafsir Ibn Katsier jilid 1\hal. 104-105) .
Sehingga syari’at Islam bukan hanya pilihan akal sehat akan tetapi ia merupakan tuntutan keimanan bagi orang-orang yang beriman sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam salah satu firman-Nya: “ Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara Kaffah\menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu ” (Surat Al-Baqoroh –ayat 208). Lalu Imam Qurthubi ra. menjelaskan tafsir dari ayat tersebut bahwa Allah SWT telah menuntut orang-orang yang masuk Islam untuk masuk atau (melaksanakan ajaran Islam) secara keseluruhan. Tanpa adanya upaya memilih atau memilah satu aturan dengan aturan lainnya (Tafsir Al-Qurthubi jilid 3\hal. 18). Hal ini terlihat dari ketegasan Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. ketika beliau memerangi kaum yang menolak untuk membayar Zakat, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Bukhori rahimahullah dalam sebuah hadisnya sbb:“ Demi Allah, Aku akan memerangi mereka yang memisahkan antara kewajiban Sholat dan Zakat. Karena sesungguhnya zakat adalah Hak (Allah –pent) atas harta. Demi Allah seandainya ada yang menghalangiku untuk mengambil seekor anak kambing betina (sebagai zakat –pent) yang semestinya harus diserahkan kepada Rasul SAW, niscaya aku akan memerangi mereka karena penolakannya itu “ (HR. Imam Bukhori\Bab Qotala ma Aba Qubulu Al-Faraidh Wa ma Nasibu Ila Ar-Riddah\jilid 2\hal. 507\no. 1335).
Perhatikan dalil2 diatas wahai Ikhwan, juga perhatikan penjelasan seorang Ibn Abbas yang dijuluki sbg ‘Tarjamanul Qur’an’ (Penerjemah Al-Qur’an) (nb : bahkan Nabi SAW-lah yg mendo’akannya agar ia mempunyai kemampuan untuk menta’wil (menafsirkan) Al-Qur’an (HR. Al-Bukhari)) bahwa syari’at Rasulullah menghapus syari’at nabi sebelumnya . Dan ana tdk pernah mengatakan bahwa tauhid yang dibawa para nabi sebelumnya berbeda dengan tauhid yang dibawa oleh rasulullah . Sehingga ana tdk perlu menjawab sesuatu yg tdk pernah ana katakana, krn ini hanya kesimpulan ‘ngawur’ Si Ikhwan unutk memutar balikkan fakta !!!!
DIarsipkan di bawah: Pergerakan/Peradaban | Ditandai: salaf