Peradaban islam memang pernah bangkit dan mengalami kejayaannya menjadi super power. Lebih dari seratus tahun barat menyembunyikan hutang barat kepada islam. Didalam bukunya Tim Wallace-Murphy, What Islam Did For Us: Understanding Islam’s Contribution to Westren Civilization, menbuat perbandingan kehidupan peradaban Islam dan peradaban Barat di masa kejayaan Islam di Andalusia. Pada saat itu kehidupan daratn Eropa brutal, barbar bila dibandingkan ddengan rezim yang toleran dan sopan di Islamic Spain. Kaum kristen di Eropa, menurut Wallace-Murphy mengenal pengetahuan bukanlah dari warisan tradisi Yunani tetapi dari buku-buku bahasa Arab yang ditulis oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim dan Yahudi. Ketika itu, Barat menjadikan kampus-kampus di Spanyol sebagai model. Cikal bakal peradaban Barat di Eropa dengan didirikannya Oxford University tahun 1263 dan tak lama setelah itu berdiri pula Cambridge University, yang kampus ini persis menciplak apa yang ada di Andalus.
Berdasarkan kajian yang cukup serius terhadap hubungan Barat dan Islam, Wallace-Murphy mengajak Barat tidak memandang Islam dengan sebelah mata sebab kata Wallace-Murphy, ” dunia islam itu pernah mengalami kejayaan dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, karena berkat prinsip-prinsip dasar keimanan islam dan terpeliharanya keyakinan dan keimanan yang tak tergoyahkan, siapa atau apa yang mampu menghentikan Islam?”
Bagaimana kebangkitan itu bisa terjadi?
”Jatuh bangunnya peradaban itu tergantung pada sekelompok kecil yang kreatif, maka kelompok kecil itulah yang akan mengembangkan peradaban tersebut”
Ilmuwan dan sejarahwan barat menerjemahkan buku-buku arab kedalam bahasa Eropa. Mereka berkeliling dan menerjemahkan lebih dari 90 buku Islam. Buku ini dipakai de Eropa selama 800 tahun kemudian. Bagaimanapun peradaban Eropa mempunyai hutang yang tidak terhitung kepada islam, karena sarjana muslimlah yang meletakan dasar pendidikan yang menjadi prestasi budaya yang hebat di Barat.
Peradaban Barat campur aduk dari Yunani, Kristen, Romawi dan tradisi paganisme dan bersifat menindas dan bebas, berbeda dengan Islam bersifat murni dan membebaskan tetapi menjaga juga membatasi. Barat jadi sekuler karena ada trauma masa lalu pada agama, lembaga agama pada waktu itu menyiksa dan menindas rakyat yang menentang gereja, gereja sebagai legitimasi tuhan yang harus dipatuhi oleh rakyat. Gereja menarik pajak dan membuat aturan yang memberatkan rakyat sehingga membuat rakyat menderita. Barat bangkit pada masa renaissance dengan menerapkan tradisi ilmu, mereka mensekulerkan ilmu dan berhasil mengembangkan ilmu untuk kemajuan pearadabannya.
Peradaban Islam itu bangkit dari tradisi ilmu dalam Islam. Islam memasukan unsur akhlak dan senantiasa mendorong manusia meningkatkan keilmuaanya. Semua ilmu bermuara pada satu tujuan: yaitu untuk mengenal (ma’rifah) kepada Allah swt dan mencintai ibadah kepada-Nya. Kita lihat di Makah dan Madinah Rasulullah berhasil mengubah masyarakat dari jahilyah menjadi orang berkeyakinan benar yang gila baca dan tulis. Tradisi ini menghasilkan ilmu yang benar sehingga mampu menggerakkan kebangkitan peradaban.
Umat islam sekarang ini untuk bangkit yang pertama yaitu menghilangkan masalah cinta dunia, kedua membentuk akhlak dan menerapkan tradisi ilmu berdasarkan keyakinan yang benar kepada Allah swt.
DIarsipkan di bawah: Pergerakan/Peradaban | Ditandai: bangkit, barat, hutang, ilmu, kejayaan
Bangkit sobat…bukan hanya bernostalgia…bangkit……………