PERANAN ISLAM DALAM MEMBANGUN AKHLAK UMAT MANUSIA

Islam adalah satu-satunya Agama yang diridhai Allah swt ( QS. Ali Imran :19 ) “ barang siapa yang mencari Agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima ( agama itu ) daripadanya, dan dia diakherat termasuk orang-orang yang merugi ( QS. Ali Imran : 85 ). Mengapa Islam merupakan satu-satunya Agama yang diterima dan diridhai oleh Allah swt ? Allah sendiri yang menjawab : “ Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu “ ( QS. Al Maidah : 3 ).

Pemahaman ayat 3 surat Al Maidah adalah bahwa agama selain Islam tidak sempurna dan oleh karena itu tidak mencukupi untuk dijadikan pedoman dasar bagi kehidupan umat manusia. Sejarah juga telah membuktikan bahwa semua agama mengajarkan kebaikan, tetapi “kebaikan” yang ada pada agama-agama selain Islam sangat terbatas. Ada agama yang lebih mengutamakan spiritualitas seperti umat nabi Isa as pada priode awal dan juga untuk sebagian pada masa kini. Umat nabi Musa as selalu mendurhakai Allah swt. Mula-mula ketika ditinggal khalwat oleh Musa dibukit Tursina, mereka berpaling dan menyembah anak sapi yang dibuat dari emas oleh Samiri. Mereka juga sangat mencintai kreduniaan ( materialistis ) dan meninggalkan hari sabat ( sabtu ) yang menstinya untuk beribadah. Akhirnya mereka dikutuk menjadi kera yang hina ( Q.S. Al Baqarah : 65 ). Tradisi keagamaan diluar Ibrahimi ( timur tengah ) juga menunjukan gejala yang sama. Ada yang sangat berorientasi keduniawian, dan ada pula yang sangat spiritual. Seperti budha. Umat Muhammad dengan keyaikinan Islamnya, malam hari melelehkan air mata dan besimpuh dihadapan Allah rabbul izzati, siang hari mereka berdagang, berkebun, berternak, ( bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup ) dan bahkan berperang untuk mempertahankan agama dan kehormatannya. Islam adalah agama yang paling paripurna karena bersendikan Islam, Iman dan Ihsan.

Rukun atau pilar Islam ialah peribadatan yang menyangkut serangkaian ritual dan seremonial yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Ada lima rukun Islam yang harus dilakukan oleh orang Muslim, mulai dari syahadat, shalat, zakat puasa dan haji. Peribadatan tersebut dipandang sia-sia jika tidak disertai niat yang ikhlas. Al ibadatu jismun ruhu al ikhlas. Sebagaimana eksistensi manusia, ia terdiri dari unsur lahir ( jasad ) dan unsur bathin yakni jiwa dan ruh. Manusia benar-benar menjadi manusia jika ketiga unsur itu ada. Kalau hanya jasad, jiwa dan ruhnya terpisah ia bukan manusia tetapi bangkai. Sebaliknya, ruh dan jiwa sudah ada, tetapi ia belum terlahir dalam bentuk makhluk yang jasadiyah ia belum disebut manusia. Oleh karena itu rukun agama ( arkan al dien ) Itu ada tiga, yakni Islam, Iman dan ihsan, maka manusia juga terdiri dari tiuga unsur yakni jasad, jiwa dan ruh. Selain ritual ( ibadah ), dien al Islam mengajarkan prinsip prinsip keyakinan atau keimanan. Ada enam prinsip keyakinan yakni keyakinan akan adanya Tuhan yakni Allah swt, malaikat, kitab, rasul, hari akhir dan ketentuan Allah ( qadla dan qadar ). Dari enam prinsip keyakinan tersebut hanya dua yang kasat mata dapat dibuktikan secara empirik yakni Rasul dan kitab suci. Empat prinsip keyakinan yang lainnya tidak bisa diindrakan. Tetapi justru dengan prinsip keyakinan yang gaib ini nasib manusia kelak dipertaruhkan. Kemianan terhadap Tuhan, malaikat, hari kiamat dan ketentuan Allah justru mendorong manusia untuk berhati-hati dalam menjalani kehidupannya. Ada harapan tentang masa depan umat manusia jika memang ia beriman. Sebaliknya gelap dan kelam nasib orang-orang yang ingkar. Orang beriman akan bertingkah laku terpuji, santun dan berakhlak. Banyak hadits nabi yang menunjukan hal tersebut, diantaranya :

“Tidak beriman seseorang diantaramu hingga iamencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri ( HR. Bukhori dalam AL Jami as Shahih Bukhori Muslim )

“barang siapa yang beriman kepada Allahdan hari kiamat maka jangnalah menyakiti tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dna hari kiamat ( akhirat )maka muliakanlah tamunya. Dan barnag siapa yang beriman kepada Allah dan harui kiamat ucapkanlah yang baik atau diamlah. ( HR. Bukhori dan Muslim )

Rukun agama yang ketiga adalah Ihsan yang secara harfiah berarti “baik”. Dalam terminologi hadis nabi, Ikhsan adalah anta budallaha kaannaka tarahu, fainlam takun tarahu, fainnahu yaraka. Pengertian hadits ini adalah beribadah kepada Allah seakan-akan engkau menghadapNya ( melihatnya ), jika kalian tidak atau belum mampu merasa menghadap Allah, maka yakini dan hayati bahwa Allah melihat kalian, baik kebaikan dan usaha yang terus menerus untuk memperbaiki kualitas kehidupan manusia inilah yang dimaksud dengan perangai atau akhlak yang mulia ( akhlak al karimah ). Kemuliaan akhlak diperoleh karena pribadatan atau penghambaan diri kepada Allah yang luas (ikhlas) keyakinan atau keimanan yang tangguh. Akhlak adalah buah dari pribadatan dan keimanan. Al-Quran mengingatkan kepada kita semua untuk menjaga budi luhur (akhlak )

“ Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa azab neraka (Q.S. At tahrim :6 ). Yang dimaksud memelihara diri adalah ketakwaan kepada Allah swt dan berakhlak mulia.

Dari Abi Darda, berkata rasulullah saw

Maa min syaiin fil mizaani , atsqalu min husnil khuluq, akhrajahu Abu Daud watirmidzi Wa shahhahu (Bulughul Maram, bab targhib fi makarimil Akhlaq ).

Nilai-nilai dasar akhlak al karimah sebagaimana dinyatakan dalam Al- Quran adalah tertananmnya nilai-nilai robbani ( Wa lakin kunuu rabbaaniyyiina bimaa kuntum tu’allimuunal kitaaba bimaa kuntum tadrusuun ( Q.S. Ali Imran : 79 ) “ Hendaklah kamu menjadi orang-orang robbani ( orang-orang yang berilmu dan bertakwa kepada Allah ). Apa wujud nyata nilai-nilai robbani atau jiwa ketuhanan tersebut ? Selain Islam, Iman dan Ikhsan, nilai-nilai robbani tersebut muncul dalam bentuk prilaku : (1) takwa, (2) Ikhlas, (3) tawakkal, (4) Syukur,(5) Sabar. Nilai robbani ( ketakwaan ) tersebut mesti dikombinasikan dengan nilai-nilai insani (Kemanusiaan ) yakni budi luhur (AKhlak al karimah ) Yang meliputi : (1) Silaturahmi ( Silaturahim ) atau pertalian cinta kasih, (2) Ukhuwah atau persaudaraan, (3) Persamaan (al musawah ) yakni semua manusia sama harkat dan martabatnya, (4) Adil, yakni wawasan keseimbangan dalam memandang dan menilai atau menyikapi sesuatu atau seseorang dan seterusnya, (5) Baik sangka ( Khusnuzhan ), yaitu sikap penuh baik sangka kepada sesama manusia, karena manusia diciptakan dari asal yang sama ( hakikatnya baiik ) dan dilahirkan atas dasar fitrah, (6) Rendah hati ( tawadhu ) yakni sikap yang tumbuh karena keinsyafan bahwa segala kemuliaan hanyalah milik Allah, (7) Menepa janji (al wafa’), (8) lapang dada (insyiraf ), (9) Dapat dipercaya ( amanah ), (10) Perwira (iffah) yakni sikap penuh harga diri namun tidak sombong, (11) Hemat ( Qawamiyah ) yakni tidak boros dan tidak pula kikir dan (12) dermawan ( almunfiqun ) yakni kesediaan besar untuk menolong sesama manusia.

Satu Tanggapan

  1. PERANAN ISLAM DALAM MEMBANGUN AKHLAK UMAT MANUSIA
    Posted on April 14, 2008 by issa

    Islam adalah satu-satunya Agama yang diridhai Allah swt ( QS. Ali Imran :19 ) “ barang siapa yang mencari Agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima ( agama itu ) daripadanya, dan dia diakherat termasuk orang-orang yang merugi ( QS. Ali Imran : 85 ). Mengapa Islam merupakan satu-satunya Agama yang diterima dan diridhai oleh Allah swt ? Allah sendiri yang menjawab : “ Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu Agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu “ ( QS. Al Maidah : 3 ).

    Pemahaman ayat 3 surat Al Maidah adalah bahwa agama selain Islam tidak sempurna dan oleh karena itu tidak mencukupi untuk dijadikan pedoman dasar bagi kehidupan umat manusia. Sejarah juga telah membuktikan bahwa semua agama mengajarkan kebaikan, tetapi “kebaikan” yang ada pada agama-agama selain Islam sangat terbatas. Ada agama yang lebih mengutamakan spiritualitas seperti umat nabi Isa as pada priode awal dan juga untuk sebagian pada masa kini. Umat nabi Musa as selalu mendurhakai Allah swt. Mula-mula ketika ditinggal khalwat oleh Musa dibukit Tursina, mereka berpaling dan menyembah anak sapi yang dibuat dari emas oleh Samiri. Mereka juga sangat mencintai kreduniaan ( materialistis ) dan meninggalkan hari sabat ( sabtu ) yang menstinya untuk beribadah. Akhirnya mereka dikutuk menjadi kera yang hina ( Q.S. Al Baqarah : 65 ). Tradisi keagamaan diluar Ibrahimi ( timur tengah ) juga menunjukan gejala yang sama. Ada yang sangat berorientasi keduniawian, dan ada pula yang sangat spiritual. Seperti budha. Umat Muhammad dengan keyaikinan Islamnya, malam hari melelehkan air mata dan besimpuh dihadapan Allah rabbul izzati, siang hari mereka berdagang, berkebun, berternak, ( bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup ) dan bahkan berperang untuk mempertahankan agama dan kehormatannya. Islam adalah agama yang paling paripurna karena bersendikan Islam, Iman dan Ihsan.

    Rukun atau pilar Islam ialah peribadatan yang menyangkut serangkaian ritual dan seremonial yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Ada lima rukun Islam yang harus dilakukan oleh orang Muslim, mulai dari syahadat, shalat, zakat puasa dan haji. Peribadatan tersebut dipandang sia-sia jika tidak disertai niat yang ikhlas. Al ibadatu jismun ruhu al ikhlas. Sebagaimana eksistensi manusia, ia terdiri dari unsur lahir ( jasad ) dan unsur bathin yakni jiwa dan ruh. Manusia benar-benar menjadi manusia jika ketiga unsur itu ada. Kalau hanya jasad, jiwa dan ruhnya terpisah ia bukan manusia tetapi bangkai. Sebaliknya, ruh dan jiwa sudah ada, tetapi ia belum terlahir dalam bentuk makhluk yang jasadiyah ia belum disebut manusia. Oleh karena itu rukun agama ( arkan al dien ) Itu ada tiga, yakni Islam, Iman dan ihsan, maka manusia juga terdiri dari tiuga unsur yakni jasad, jiwa dan ruh. Selain ritual ( ibadah ), dien al Islam mengajarkan prinsip prinsip keyakinan atau keimanan. Ada enam prinsip keyakinan yakni keyakinan akan adanya Tuhan yakni Allah swt, malaikat, kitab, rasul, hari akhir dan ketentuan Allah ( qadla dan qadar ). Dari enam prinsip keyakinan tersebut hanya dua yang kasat mata dapat dibuktikan secara empirik yakni Rasul dan kitab suci. Empat prinsip keyakinan yang lainnya tidak bisa diindrakan. Tetapi justru dengan prinsip keyakinan yang gaib ini nasib manusia kelak dipertaruhkan. Kemianan terhadap Tuhan, malaikat, hari kiamat dan ketentuan Allah justru mendorong manusia untuk berhati-hati dalam menjalani kehidupannya. Ada harapan tentang masa depan umat manusia jika memang ia beriman. Sebaliknya gelap dan kelam nasib orang-orang yang ingkar. Orang beriman akan bertingkah laku terpuji, santun dan berakhlak. Banyak hadits nabi yang menunjukan hal tersebut, diantaranya :

    “Tidak beriman seseorang diantaramu hingga iamencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri ( HR. Bukhori dalam AL Jami as Shahih Bukhori Muslim )

    “barang siapa yang beriman kepada Allahdan hari kiamat maka jangnalah menyakiti tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dna hari kiamat ( akhirat )maka muliakanlah tamunya. Dan barnag siapa yang beriman kepada Allah dan harui kiamat ucapkanlah yang baik atau diamlah. ( HR. Bukhori dan Muslim )

    Rukun agama yang ketiga adalah Ihsan yang secara harfiah berarti “baik”. Dalam terminologi hadis nabi, Ikhsan adalah anta budallaha kaannaka tarahu, fainlam takun tarahu, fainnahu yaraka. Pengertian hadits ini adalah beribadah kepada Allah seakan-akan engkau menghadapNya ( melihatnya ), jika kalian tidak atau belum mampu merasa menghadap Allah, maka yakini dan hayati bahwa Allah melihat kalian, baik kebaikan dan usaha yang terus menerus untuk memperbaiki kualitas kehidupan manusia inilah yang dimaksud dengan perangai atau akhlak yang mulia ( akhlak al karimah ). Kemuliaan akhlak diperoleh karena pribadatan atau penghambaan diri kepada Allah yang luas (ikhlas) keyakinan atau keimanan yang tangguh. Akhlak adalah buah dari pribadatan dan keimanan. Al-Quran mengingatkan kepada kita semua untuk menjaga budi luhur (akhlak )

    “ Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa azab neraka (Q.S. At tahrim :6 ). Yang dimaksud memelihara diri adalah ketakwaan kepada Allah swt dan berakhlak mulia.

    Dari Abi Darda, berkata rasulullah saw

    “ Maa min syaiin fil mizaani , atsqalu min husnil khuluq, akhrajahu Abu Daud watirmidzi Wa shahhahu (Bulughul Maram, bab targhib fi makarimil Akhlaq ).

    Nilai-nilai dasar akhlak al karimah sebagaimana dinyatakan dalam Al- Quran adalah tertananmnya nilai-nilai robbani ( Wa lakin kunuu rabbaaniyyiina bimaa kuntum tu’allimuunal kitaaba bimaa kuntum tadrusuun ( Q.S. Ali Imran : 79 ) “ Hendaklah kamu menjadi orang-orang robbani ( orang-orang yang berilmu dan bertakwa kepada Allah ). Apa wujud nyata nilai-nilai robbani atau jiwa ketuhanan tersebut ? Selain Islam, Iman dan Ikhsan, nilai-nilai robbani tersebut muncul dalam bentuk prilaku : (1) takwa, (2) Ikhlas, (3) tawakkal, (4) Syukur,(5) Sabar. Nilai robbani ( ketakwaan ) tersebut mesti dikombinasikan dengan nilai-nilai insani (Kemanusiaan ) yakni budi luhur (AKhlak al karimah ) Yang meliputi : (1) Silaturahmi ( Silaturahim ) atau pertalian cinta kasih, (2) Ukhuwah atau persaudaraan, (3) Persamaan (al musawah ) yakni semua manusia sama harkat dan martabatnya, (4) Adil, yakni wawasan keseimbangan dalam memandang dan menilai atau menyikapi sesuatu atau seseorang dan seterusnya, (5) Baik sangka ( Khusnuzhan ), yaitu sikap penuh baik sangka kepada sesama manusia, karena manusia diciptakan dari asal yang sama ( hakikatnya baiik ) dan dilahirkan atas dasar fitrah, (6) Rendah hati ( tawadhu ) yakni sikap yang tumbuh karena keinsyafan bahwa segala kemuliaan hanyalah milik Allah, (7) Menepa janji (al wafa’), (8) lapang dada (insyiraf ), (9) Dapat dipercaya ( amanah ), (10) Perwira (iffah) yakni sikap penuh harga diri namun tidak sombong, (11) Hemat ( Qawamiyah ) yakni tidak boros dan tidak pula kikir dan (12) dermawan ( almunfiqun ) yakni kesediaan besar untuk menolong sesama manusia.

    DIarsipkan di bawah: Pergerakan/Peradaban | Ditandai: akhlak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: